JAKARTA -Harianliputan7.ID// Seorang pedagang cermin bernama Bambang Kurniawan (60) dilaporkan menjadi korban pengeroyokan sekelompok orang tak dikenal di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat, Sabtu(29/8/2026) malam.

Peristiwa tersebut terjadi di tengah situasi yang masih diwarnai kericuhan setelah aksi demonstrasi di sekitar Gedung DPR RI.

Berdasarkan keterangan warga setempat, Bambang saat itu berada di dalam sebuah gang yang berada tidak jauh dari rumahnya di Jalan Pejompongan Raya. Secara tiba-tiba, sekelompok orang datang dan membawa Bambang keluar dari gang menuju jalan raya.

“Dia enggak tahu apa-apa, langsung dia dibawa,” ujar Yoga, warga sekitar Pejompongan, Jakarta Pusat, Jumat (28/8/2026).

Setelah berada di luar gang, Bambang kemudian diduga dipukuli oleh sekelompok orang tersebut. Warga menyebut korban mengalami luka parah akibat pengeroyokan.

Kondisi Bambang disebut sempat kritis. Dalam informasi yang beredar, korban kemudian dilaporkan meninggal dunia.

Peristiwa ini menambah panjang daftar korban di tengah situasi kericuhan pascademonstrasi. Warga pun mempertanyakan alasan Bambang menjadi sasaran, terlebih menurut kesaksian warga, korban disebut tidak terlibat dalam aksi demonstrasi maupun kericuhan yang terjadi sebelumnya.

Polisi Diminta Usut Tuntas

Kasus tersebut kini menjadi perhatian publik. Kepolisian diharapkan segera melakukan penyelidikan secara menyeluruh untuk mengungkap identitas para pelaku sekaligus memastikan motif pengeroyokan.

Jika benar Bambang merupakan warga yang tidak terlibat dalam aksi maupun kericuhan, kasus ini menjadi persoalan serius karena menyangkut keselamatan masyarakat sipil yang berada di sekitar lokasi kejadian.

Publik juga mendesak agar rekaman video, kamera pengawas (CCTV), serta keterangan para saksi di sekitar Pejompongan diperiksa guna membantu mengungkap rangkaian kejadian secara utuh.

Hingga berita ini disusun, informasi mengenai identitas pelaku serta perkembangan resmi penanganan perkara masih perlu dikonfirmasi kepada pihak kepolisian.

Editor:Arya